Minggu, 23 Januari 2011

LAPORAN PENDAHULUAN IBU HAMIL FISIOLOGIS (ANTE NATAL CARE)



A. PENTINGNYA PERAWATAN PRENATAL
            Tidak terdapat satupun pertanyaan bahwa faktor terpenting dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi adalah supervisi medis yang dimulai saat kehamilan. Pada tahun 1915, 10.000 bayi lahir hidup, 608 ibu dan bayi dibawah satu tahun meninggal. Walaupun telah ditingkatkan, tidak semua kelompok memiliki keuntungan.
            Angka kematian maternal pada wanita berkulit hitam lebih tinggi dari wanita berkulit putih. Penelitian menunjukkan hal ini akan lebih luas karena lebih banyak stress, nutrisi rendah, dan kurangnya supervisi medis diantara wanita berkulit hitam. Perawat-perawat dalam organisasinya harus lebih mengidentifikasi usaha mereka untuk memberikan perawatan awal dan berkelanjutan sepanjang masa kehamilan.

1.      PENGERTIAN
ANC adalah Pengawasan sebelum persalinan terutama ditujukan pada pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim.
2.      TUJUAN PEMERIKSAAN DAN PENGAWASAN
a. Tujuan Umum
adalah menyiapkan seoptimal mungkin fisik dan mental ibu dan anak selama dalam kehamilan, persalinan dan nifas sehingga didapatkan ibu dan anak yang sehat.
b. Tujuan Khusus
1)       Pengawasan : Kesehatan Ibu, Deteksi dini penyakit penyerta & komplikasi kehamilan, menetapkan resiko kehamilan (tinggi, meragukan dan rendah)
2)      Menyiapkan persalinan à well born baby dan well health mother
3)      Mempersiapkan pemeliharaan bayi & laktasi
4)      Merumuskan angka morbilitas dan mortalitas ibu dan anak
5)      Mengantarkan pulihnya kesh. Ibu optimal ( memberikan nasehat-nasehat tentang cara hidup sehari-hari dan KB, kehamilan, persalinan).

3.      BUKTI KEHAMILAN
a.      PRESUMTIF ( Bukti Subjektif)
1)      Amenorea
2)      Perubahan payudara
3)      Mual & muntah (morning sickness)
4)      Frekuensi berkemih
5)      Leukorea
6)      Tanda Chadwiek’s
7)      Quickening
b. PROBABILITAS ( Bukti Objektif)
1)      Pertumbuhan & perubahan uterus
·         Tanda Hegar’s ( melunaknya segmen bawah uterus)
·         Ballotement (lentingan janin dl uterus saat palpasi)
·         Braxton hick’s (kontraksi selama kehamilan)
2)      Perubahan Abdomen
·         Pembesaran abdomen
·         Striae Gravidarum
·         Pigmentasi pada linea nigra
c.       ABSOLUT ( Bukti Positif)
·         Terdengar DJJ
·         Teraba bagian anak oleh pemeriksa
·         Terlihat hasil konsepsi dg USG
·         Teraba gerakan janin oleh pemeriksa





4. JADWAL PEMERIKSAAN KEHAMILAN
·         Pemeriksaan pertama kali yang ideal adalah sedini mungkin ketika haidnya terlambat 1 bulan.
·         Periksa ulang 1 kali sebulan sampai kehamilan 7 bulan.
·         Periksa ulang 2 kali sebulan sampai kehamilan 9 bulan.
·         Periksa setiap minggu sesudah kehamilan 9 bulan.
·         Pemeriksaan khusus bila ada keluhan-keluhan.

B. PEMERIKSAAN ANTENATAL (LANGKAH KLINIK)
1. Pra interaksi
  1. Ucapkan salam dan perkenalkan diri
  2. Ciptakan suasana membantu dan menyenangkan.
  3. Dengan sopan tanyakan identitas suami : nama, umur, agama, pekerjaan, alamat, dsb.
  4. Tanyakan tentang tujuan mendatangi fasilitas ini.
2. Anamnesa
  1. Tanyakan tentang
·      Keluhan-keluhan, nafsu makan, tidur, miksi, defekasi,dsb
·      Riwayat kehamilan
·      Riwayat haid, kapan mendapat haid terakhir (HPHT) bila HPHT diketahui dimana daat dijabarkan tafsiran tanggal persalinan memakai rumus :
Hari + 7, bulan - 3, tahun+1,
Hari + 7, bulan + 9
·      Riwayat kehamilan, persalinan, keguguran dan kehamilan ektopik atau kehamilan mola sebelumnya.
·      Riwayat penyakit ibu dan keluarga (yang berkaitan dengan masalah kehamilan).
·      Kebiasaan merokok, obat dan jamu-jamuan, hewan peliharaan.

3. Pemeriksaan
a. Umum
  1. Keadaan umum
  2. Tipe badan ( asthenikus, altekkus, piknikkus).
  3. Tinggi badan.
  4. Berat badan.
  5. Warna konjungtiva : ikterus, edema ( cloasma gravidarum).
  6. Mulut, tenggorokan : kertas dentis, tonsil dan faring.
  7. Tanda vital : tekanan darah, nadi, suhu, pernapasan.
  8. Kondisi jantung dan paru.
  9. Palpasi hati dan limfa.
b. Khusus
bila kehamilan diatas 20 minggu langsung ke langkah 5
  1. Inspeksi
·      Tinggi fundus (penonjolan supra)
·      Hiperpigmentasi (areola mamae)
  1. Palpasi
Ibu hamil disuruh berbaring terlentang, kepala dan bahu sedikit lebih tinggi dengan memakai pemeriksaan berdiri di sebelah kanan ibu hamil dengan sikap lakukanlah palpasi bimanual terutama pada pemeriksaan perut dan payudara. Palpasi perut untuk menentukan :
·         Besar dan konsistensi rahim
·         Bagian-bagian janin, letak dan presentasi
·         Gerakan janin
·         Kontraksi rahim
3.      Auskultasi
Pada kehamilan 16-18 minggu, mula-mula dilakukan pemeriksaan auskultasi karena pada usia tersebut. Untuk menentukan punggung baui maka ujung stetoskop, denyut jantung sudah dapat didengar pada kehamilan. Dengar bunyi dan hitung frekuensi bunyi jantung bayi untuk membandingkan dengan bising aorta: pegang nadi ibu sat memeriksa denyut jantung janin.
c.       Status Lokalis
1.      Inspeksi
·         Labium dan perineum
·         Muara uretra
·         Flour albus atau secret dalam lumen vagina
2.      Inspekulo
·         Dinding vagina dan forniks
·         Warna dan besar portio
·         Flour albus atau secret dalam lumen vagina
3.      Pemeriksaan dalam (VT dan PT)
·         Vagina
·         Besar dan konsistensi portio
·         Besar dan arah korpus uteri
d.      Khusus obstetric
1.      Inspeksi
·         Tinggi fundus uteri, diukur dalam kehamilan 20 minggu
·         Hiperpigmentasi dan striae
·         Perut bekas operasi
2.      Palpasi
a.       Leopold 1
·         Pemeriksaan menghadap kea rah muka ibu hamil
·         Menentukan tinggi fundus uteri dan bagian janin di fundus
·         Konsistensi fundus
b.      Leopold 2
·         Menentukan batas samping janin kanan dan kiri
·         Menentukan letak punggung janin
·         Pada letak lintang, tentukan dimana letak kepada janin
c.       Leopold 3
·         Menentukan bagian terbawah janin, normalnya kepala. Jika bokong ( letak sungsang/ melintang)
d.      Leopold 4
·         Pemeriksa menghadap kea rah kaki ibu hamil
·         Mengetahui sudah seberapa jauh bagian terbawah janin masuk PAP
3.      Auskultasi
Pemeriksaan bayi dan frekuensi jantung janin ( bila kehamillan telah memasuki usia 38 minggu. Pada primigravida dan multigravida yang memasuki usia 38 minggu. Pada primigravida dan multigravida yang kepala bayi belum masuk PAP lakukan pemeriksaan panggul.

5. PEMERIKSAAN KEHAMILAN
Bila HPHT tidak diketahui, usia kehamilan tentukan dg cara :
·            TFU ( Cm x 7/8 = Usia dl mgg)
·            Terabanya ballotement di simfisis à 12 mgg
·            DJJ (+) dg Dopller à 10-12 mgg
·            DJJ (+) dg fetoscop à 20 mgg
·            Quickening à 20 mgg
·            USG
PERHITUNGAN TAKSIRAN PARTUS
            ( NAGELE) :
·         H + 7
·         B (1-3) + 9, bila tanggal > 24 + B 1
                        B (4-12) – 3
·         T (1-3) + 0
                        T (4-12) + 1

PERHITUNGAN TAKSIRAN BERAT JANIN
·         TFU – (11 belum masuk PAP) X 155 = ….gr
·         TFU – (13 sudah masuk PAP) X 155 = ….gr

FREKUENSI KEHAMILAN
·         Kunjungan I (12-24 mgg)
      Anamnesis lengkap, pemeriksaan fisik & obstetri, Pemeriksaan lab., Antopometri, penilaian risiko kehamilan, KIE
·         Kunjungan II ( 28 – 32 mgg )
      Anamnesis, USG, Penilaian risiko kehamilan, Nasehat perawatan payudara & Senam hamil, TT I
·         Kunjungan III ( 34 mgg)
      Anamnesis, pemeriksaan ulang lab. TT II
     Kunjungan IV, V, VII & VIII ( 36-42 mgg)
     Anamnesis , perawatan payudara & persiapan persalinan

C. KONSEP-KONSEP ANTENATAL
1. Pengkajian Data Dasar Klien
a)      AKTIFITAS / ISTIRAHAT
BP ↓ (8-12 mg) kembali pada tingkat pra kehamilan selama setengah kehamilan terakhir , HR ↑ dapat meningkat 10-15 dpm, Episode Sinkop, sedikit edema padavekstremitas bawah/atas, mungkin pada trimester akhir.
b)      INTEGRITAS EGO à menunjukkan perubahan persepsi diri
c)      ELIMINASI
Konstipasi, miksi ↑ , BJ urine ↑ , haemoroid
d)      MAKANAN & CAIRAN
·         morning sickness (TM I), nyeri ulu hati,
·         Penambahan BB ( 8 – 12 kg), hipertrofi gusi (berdarah)
·         Anemi fisiologis  (Hemodilusi)

e)      NYERI / KETIDAK NYAMANAN
·      Kram kaki, nyeri tekan dan bengkak payudara & punggung, Braxton Hicks terlihat setelah 28 minggu.
f)        PERNAFASAN
·      RR ↑ , hidung tersumbat, mukosa lebih banyak daripada normal, pernapasan thorax.
g)      KEAMANAN
·                               Suhu : 36,1o – 37,6 o C ,
·                               DJJ ( 12 mgg dg dopler, 20 mgg dg fetoskop)
·                               Gerakan janin ( 20 mgg)
·      Quickening (sesuai gerakan janin pada abdomen) diantara 16-20 minggu
·                               Ballotement ada pada bulan keempat dan kelima
h)      SEKSUALITAS
·                               Perubahan seksualitas, leukorea, peningkatan uterus
·                               Payudara ↑ , pigmentasi 
·                               Penghentian menstruasi
·                               Pembesaran jaringan adiposa
·                               Peningkatan vaskularisasi lunak bila dipalpasi
·                               Goodell, Hegar, Chadwiks

i)        INTERAKSI SOSIAL
·      Denial, maturasi/perkembangan bervariasi dan dapat mundur dengan stresor kehamilan, aseptent, respon anggota keluarga lain dapat bervariasi dan positif dan mendukung sampai disfungsional.


2. Diagnosa Keperawatan
a.       Pada Trimester Pertama
1)      Risiko tinggi perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubngan dengan perubahan nafsu makan mual, muntah keuangan yang tidak mencukupi, tidak normal peningkatan kebutuhan metabolic atau nutrisi.
2)      Ketidaknyamanan berhubungan dengan perubahan fisik dan pengaruh hormol
3)      Risiko tinggi terhadap kekurangan volume cairan berhubungan dengan gangguan masukan dan atau kehilangan cairan yang berlebihan (muntah), peningkatan kebutuhan cairan.
4)      Kurang pengetahuan (kebutuhan belajar) mengenal pekerjaan, kehamilan yang normal berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang perubahan fisiologis atau psikologis yang normal dan dampaknya terhadap klien atau keluarga
5)      Resiko tinggi cedera terhadap janin berhubungan dengan malnutrisi ibu
6)      Risiko tinggi terhadap konstipasi berhubungan dengan relaksasi, peningkatan absorpsi air di saluran GI adanya hemoroid, mengkonsumsi suplemen zat besi.
7)      Risiko tinggi infeksi terhadap kandung kemih berhubungan dengan hygiene buruk, ketidakcukupan pengetahuan untuk menghindari pemajanan tehadap pathogen.
8)      Risiko tinggi terhadap gangguan citra tubuh berhubungan dengan persepsi tentang perubahan fisik psikososio budaya dan keyakinan spiritual
9)      Koping keluarga potensial terhadap pertumbuhan berhubungan demam kebutuhan klien dan keluarga cukup terpenuhi.
10)  Perubahan pola seksualitas berhubungan dengan  kurang pengetahuan oleh keterampilan tentang perubahan fungsi struktur tubuh, perubahan tingkat kenyamanan.
11)  Risiko terhadap perubahan penampilan berhubungan dengan krisis maturasi.

b.      Pada Trimester Kedua
1)      Risiko tinggi terhadap gangguan citra tubuh berhubungan dengan persepsi perubahan biofisik, respon orangg lain.
2)      Ketidakefektifan pola pernapasan berhubungan dengan pergeseran diafragma karena perbesaran uterus
3)      Kurang pengetahuan ( kebutuhan belajar) mengenal kemajuan alamiah dari kehamilan berhubungan dengan terus membutuhkan informasi sesuai perubahan  trimester kedua yang dialami.
4)      Risiko tinggi terhadap cidera pada janin berhubungan dengan  masalah kesehatan ibu, pemajanan pada teratogen atau agen infeksi.
5)      Risiko tinggi terhadap kelebihan volume cairan berhubungan dengan perubahan mekanisme regulator retensi natrium atau air.

c.       Pada Trimester Ketiga
1)      Ketidaknyamanan berhubungan dengan perubahan fisik, pengaruh hormonal
2)       Kurang pengetahuan mengenai persiapan untuk persalinan atau kelahiran, perawatan bayi berhubungan dengan kurang pengetahuan, kesalahan interpretasi informasi.
3)      Risiko tinggi terhadap harga diri situasional rendah berhubungan dengan masalah mengenai kemampuan untuk menyelesaikan tugas kehamilan atau kelahiran anak.
4)      Perubahan eliminasi urine behubungan dengan pembesaran uterus, peningkatan tekanan abdomen.
5)      Gangguan pola tidur berhubungan dengan perubahan pola tingkat aktivitas stress, psikologis ketidakmampuan untuk mempertahankan kenyamanan.
6)      Risiko tingi terhadap koping individual atau keluarga tidak efektif berhubungan dengan krisis situasi atau maturasi, kerentanan pribadi, persepsi tidak realities, metode koping yang tidak adekuat.

3. Intervensi Keperawatan
  1. Pada Trimester Pertama
  1. Dx 1
a)      Tentukan keadekuatan masukan nutrisi dulu/sekarang dengan menggunakan batasan 24 jam
b)      Dapatkan riwayat kesehatan, catat usia/khususnya < 17 tahun, >35 tahun
c)      Pastikan tingkat pengetahuan tentang kebutuhan diet
d)     Timbang BB pasien
e)      Perhatikan adanya ngidam
f)       Berikan informasi tentang diet pre natal
g)      Tinjau ulang frekwensi dan berat mual/muntah
2. Dx 2
a)      Catat adanya/derajat pada tidak nyaman minor
b)      Evaluasi derajat ketidaknyamanan selama pemeriksaan internal
c)      Anjurkan penggunaan bra penyokong
d)     Kaji tingkat kelelahan dan sifat dasar
3. Dx 3
a)      Auskultasi DJJ
b)      Tentukan frekwensi/beratnya mual muntah
c)      Tinjau ulang kemungkinan masalah medis lain
d)     Kaji suhu dan turgor kulit, membran mukosa, tekanan darah, masukan/haluaran dan berat jenis urine
e)      Anjurkan peningkatan masukan minuman bikarbonat


4. Dx 4
a)      Bina hubungan perawat – klien yang mendukung terus menerus
b)      Evaluasi pengetahuan dan keyakinan budaya saat ini
c)      Klasifikasi kesalahpahaman
d)     Tentukan derajat motivasi untuk belajar
e)      Pertahankan sikap terbuka terhadap keyakinan klien/pasangan
f)       Identifikasi siapa yang memberikan dukungan dan budaya
5. Dx 5
a)      Diskusikan pentingnya kesejahteraan ibu
b)      Diskusikan tingkat aktivitas normal dan latihan
c)      Anjurkan klien untuk melakukan seks yang lebih aman
d)     Tinjau ulang kebiasaan dan budaya diet klien
e)      Catat masukan protein
6. Dx 6
a)      Tentukan kebiasaan eliminasi sebelum kehamilan, perhatikan perubahan selama hamil
b)      Kaji adanya haemoroid
c)      Berikan  informasi diet tentang buah-buahan segar, sayuran,padi-padian,serat makanan kasar dan masukan cairan adekuat
d)     Anjurkan latihan ringan secara teratur
7. Dx 7
a)      Berikan informasi tanda dan gejala
b)      Tentukan perlunya mencuci tangan secara teratur sebelum dan saat memegang makanan  dan setelah toileting
c)      Berikan informasi tentang hygiene klien
d)     Anjurkan klien minum dan gelas cairan setiap hari
e)      Anjurkan penggunaan celana dalam dari katun.

8. Dx 8
a)      Tentukan sikap terhadap kehamilan, perubahan citra tubuh dan situasi pekerjaan
b)      Identifikasi hal mendasar dari harga diri klien sampai dengan perubahan karena hamil
c)      Kaji sistem pendukung seperti bibi, nenek, kultural healer
d)     Tinjau ulang perubahan fisiologis selama kehamilan
9. Dx. 9
a)      Identifikasi hubungan antar anggota keluarga
b)      Kaji hubungan klien/pasangan pada orang tua
c)      Anjurkan ayah/saudara sekandung untuk ikut kunjungan pre natal dan mendengarkan DJJ
d)     Berikan daftar bahan bacaan un tuk klien/pasangan/saudara secara tepat mengenai penyesuain bayi baru lahir
10. Dx  10
a)      Tentukan pola kebiasaan aktivitas seksual pasangan dengan menggunakan alat pengkajian seksual
b)      Tinjau ulang informasi tentang kenormalan perubahan-perubahan ini diperbaiki kesalahan pengertian
c)      Tinjau ulang riwayat obstetri pasangan
11. Dx 11
a)      Evaluasi respon klien/pasangan pada kehamilan
b)      Pastikan cara klien/pasangan mengatasi stressor pada masa lalu
c)      Kaji status ekonomi dan kebutuhan finansial
d)     Dapatkan informasi tentang persiapan atau kekurangan persiapan yang dibuat untuk bayi
e)      Kaji perilaku maladaptif




b. Pada Trimester Kedua
1. Dx 1
a)      Tinjau ulang/kaji sikap klien terhadap kehamilan, perubahan bentuk tubuh
b)      Anjurkan gaya dan sumber-sumber yang tersedia dari pakaian saat hamil
2. Dx 2
a)      Kaji status pernapasan
b)      Kaji kadar Hb dan Ht, tekankan masukan vitamin C
c)      Anjurkan sering istirahat, tambah waktu untuk melakukan aktivitas tertentu dan latihan ringan
3. Dx 3
a)      Tinjau ulang perubahan yang diharapkan selama trimester kedua
b)      Berikan informasi tentang kebutuhan terhadad ferosulfatdan asam folat
c)      Identifikasi kemungkinan risiko kesehatan individu
4. Dx 4
a)      Tentukan pemahaman sebelum informasi diberikan
b)      Tinjau ulang status kesehatan ibu
c)      Perhatikan quikening dan denyut jantung janin
d)     Kaji pertumbuhan uterus dan tinggi fundus setiap kali kunjungan
e)      Berikan informasi tentang tes-tes diagnostik atau prosedur
5. Dx 5
a)      Pantau BB secara teratur
b)      Test urine terhadapalbumin
c)      Berikan informasi tentang diet (mis : peningkatan protein, tidak menambahkan garam meja, menghindari makanan dan minuman tinggi natrium
d)     Anjurkan meninggikan ekstremitas secara periodik selama sehari
e)      Tinjau ulang kadar Ht

c. Pada trimester Ketiga
1. Dx 1
a)      Kaji terus menerus ketidaknymanan klien dan metode untuk mengatasinya
b)      Kaji status dan pernapasan klien
c)      Perhatikan adanya keluhan tegangan pada punggung dan perubahan cara berjalan
d)     Perhatikan adanya kram kaki
e)      Kaji adanya konstipasi dan hemoroid
2. Dx 2
a)      Lanjutkan/mulai program belajar seperti disebutkan dalam trimester I
b)      Berikan informasi tentang perubahan fisik/fisiologis
c)      Berikan informasi tertulis/verbal tentang tanda-tanda awitan persalinan
d)     Berikan informasi verbal tentang perawatan bayi, perkembangan dan pemberian makanan
3. Dx 3
a)      Perhatikan isyarat verbal/non verbal klien/pasangan saat diskusi tentang masalah perubahan tubuh dan harapan peran
b)      Evaluasi adaptasi fisiologis klien/pasangan terhadap klien dengan kehamilan
c)      Dorong klien untuk beradaptasi dalam kelas kelahiran anak bila belum terlihat
4. Dx 4
a)      Berikan informasi tentang perubahan perkemihan sampai trimester III
b)      Anjurkan klien untuk menghindari posisi tegak dalam waktu yang lama
c)      Anjurkan klien untuk melakukan posisi miring kiri saat tidur



5. Dx 5
a)      Tinjau ulang kebutuhan perubahan tidur normal berkenaan dengan kehamilan
b)      Evaluasi tingkat kelelahan
c)      Kali terhadap kejadian insomnia dan respon klien terhadap penurunan tidur
6. Dx 6
a)      Kaji persiapan persalinan, kelahiran dan kedatangan bayi
b)      Tentukan persepsi klien/pasangan terhadap janin sebagai kesatuan yang terpisah
c)      Tentukan bagaimana ibu mengetahui kehamilan saat persalinan dan kelahiran mendekat

4.      Evaluasi
a.    Pada Trimester pertama
1)   Dx 1
Klien dapat  mengikuti diet yang dianjurkan, menjelaskan komponen diet seimbang pre natal dan ante natal.
2)   Dx 2
Klien dapat menerima tanggung jawab untuk menghilangkan ketidaknyamanan.
3)   Dx 3
Klien dapat mengidentifikasi dan melakukan tindakan untuk menurunkan frekuensi dan keparahan mual atau muntah.
4)   Dx 4
Klien dapat menjelaskan perubahan fisiologis atau psikologis normal berkaitan dengan kehamilan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar